Jumat, 21 Desember 2018

SURGA DUNIA


عِشْ مَا شِــئْتَ فَإِنَّـكَ مَـيِّتٌ وَأَحْبِبْ مَنْ أَحْبَبْتَ فَإِنَّكَ
مُفَارِقُهُ وَاعْـمَلْ مَـا شِئْتَ فَإِنَّـكَ لاَقِـيْـهِ "Hiduplah sesukamu karena sungguh engkau pasti mati. Cintailah siapa pun yang engkau suka karena sungguh kalian pasti berpisah. Berbuatlah sesukamu karena sungguh engkau pasti menemui (balasan) perbuatanmu itu.” [HR al-Baihaqi]
Ini adalah kalimat perintah yang mengandung makna peringatan. Pesannya bahwa hidup, cinta, dan perbuatan mengandung batas dan tanggung jawab. Karena itu, hadits ini secara tersirat memuat peringatan agar manusia memanfaatkan usianya dengan baik sebelum meninggal dunia, tak terlena dengan kecintaan fana misalnya terhadap harta atau keluarga, serta tak sembrono dalam bertindak karena semua itu mengandung konsekuensi. Redaksi hadits ini merupakan ucapan Jibril kepada Rasulullah. Namun, pesannya sesungguhnya berlaku umum untuk semua umat manusia

apa yang bisa aku harapkan apakah amalku sudah cukup sebagai bekal menghadap Sang Kholiq 
 ADAKAH SESUATU YANG BISA KITA HARAPKAN
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثَةٍ : إِلا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang shalih”
(HR. Muslim)

MAHALNYA WAKTU !
Renungkanlah wahai pengguna waktu.
"Waktu adalah sesuatu yang paling mahal, tetapi ia adalah sesuatu yang paling murah disisi kita sekarang, kita melewati banyak waktu tanpa faidah, bahkan kita melewati banyak waktu dalam kemudharatan, dan aku tidak mengatakan tentang seseorang, tetapi tentang umumnya kaum Muslimin hari ini, bersama itu mohon maaf sekali, sungguh mereka berada didalam kelengahan, senda gurau yang sia-sia, dan lalai.
Mereka bukanlah orang yang bersungguh-sungguh didalam urusan agama mereka".

[teks arabnya]
الوقت هو أغلى شيء، لكن هو أرخص شيء عندنا الآن نمضي أوقاتاً كثيرة بغير فائدة ؛ بل نمضي أوقاتاً كثيرة فيما يضر، ولست 
أتحدث عن رجل واحد بل عن عموم المسلمين اليوم مع الأسف الشديد إنهم في سهو ولهو وغفلة ؛ ليسوا جادين في أمور دينهم


أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Terkadang orangtua BANGGA melihat anak-anak gadisnya tampil MINI dan MODIS..
Padahal sadar tidak sadar, ia telah MENGAJARKAN anak BERAKHLAQ buruk..
Mengajarkan anak memakai celana ?
Mengajarkan anak memakai baju ?
Mengajarkan anak berDandan..seperti ini sepertiitu
Dan lain-lain nya...
Maka jangan sedih ketika terjadi PELECEHAN terhadap anak2...
Maka jangan sedih ketika anak sudah mengenal adegan *TANDA KUTIP*
Jangan sedih ketika anak2 sudah ANGKUH dengan tampilannya...
Jangan sedih ketika anak2 sudah mengenal kata2 KOTOR dan JOROK...
DLL ...
 Banyak orangtua menginginkan anaknya SHOLEH dan SHOLEHAH tapi SEDIKIT yang MENGAPLIKASIKAN...
Sedikit yang MENJALANKAN UPAYA menuju ke SHOLEH/SHOLEHAN itu.
Bukan siapa teman bergaulnya...
Melainkan Bagaimana cara kita mendidiknya..
Jangan menunjuk ini salah mereka..
Tapi tunjuklah diri kita..
ORANGTUA adalah PENENTU AKHLAQ ANAK...
Terkhusus seorang IBU, adalah MADRASAH PERTAMA bagi anak..
JANGAN marah pada anak yang NAKAL dan MEMBANGKANG, tapi coba koreksi diri sebagai orangtua..
Pernahkan kita memperkenalkan pada RABB-NYA, RASUL-NYA dan AL QURAN⁉️
Pernah kah kita mengajarkan SHOLAT⁉️
Berkasih sayang⁉️

 Tapi sudahkan kita MENCONTOHKAN, MENGAJARKAN dan MEMBIMBINGNYA ⁉️

Tidak ada komentar:

Posting Komentar