Senin, 24 Juni 2019

Sayangilah Masadepan Anak sebagai Investasi Akhirat

usia Terbaik Memberikan Gadget Pada Anak Menurut Bill Gates

















lead image

Bill Gates, orang terkaya di dunia, menerapkan aturan tegas tentang memberikan gadget pada anak-anaknya. Ia juga menetapkan usia minimum anak dibolehkan memiliki ponsel. Hal ini patut ditiru oleh semua orangtua.









Memberikan gadget pada anak
Siapa yang tidak kenal Bill Gates? Dia salah satu orang terkaya di dunia, dan pencipta 
teknologi modern di industri komputer.
Jika berbicara soal teknologi, tentunya Bill Gates paling tahu apa yang baik dan yang tidak.
Bos komputer kelas dunia ini memiliki tiga orang anak yang beranjak remaja. Sebagai orang 
yang berkecimpung di dunia teknologi, pastinya dia tahu kapan usia terbaik memberikan 
gadgetpada anak.
Dalam sebuah wawancara yang dimuat di Tenplay, Bill Gates menegaskan bahwa anak 
seharusnya TIDAK dibolehkan memiliki ponsel pintar atau gadget sebelum usianya 14 tahun.
Pakar parenting dan ahli teknologi mengamini ucapan Bill Gates. Karena penelitian juga 
telah membuktikan bahwa membiarkan anak menyentuh teknologi terlalu dini bisa berdampak 
buruk pada anak.
Bill mengaku, bahwa dia dan istrinya Melinda menetapkan aturan ketat terkait memberikan 
gadget pada anak-anaknya. Meskipun anak mereka memprotes aturan tersebut, namun Bill 
tetap tegas.
“Kami tidak membolehkan ada yang memegang ponsel pada saat makan. Kami juga 
tidak memberikan anak kami ponsel sebelum usianya 14 tahun, dan mereka mengeluh 
bahwa teman-teman merek sudah memiliki ponsel sebelum berusia 14 tahun,” 
ungkap ayah tiga anak ini.
Berikut ini adalah sederet aturan terkait penggunaan teknologi, yang diterapkan Bill Gates 
dan sang istri pada anak-anak mereka.
  • Melarang anak mereka memiliki ponsel sebelum berusia 14 tahun
  • Membatasi screen time, sehingga mereka punya waktu lebih banyak 
  • untuk dihabiskan bersama keluarga
  • Tidak dibolehkan membawa ponsel pada saat makan
  • Menentukan jam berlaku untuk melihat televisi dan ponsel setiap hari 
  • sehingga anak-anak bisa pergi tidur lebih awal dibanding anak lain.

Dampak buruk memberikan gadget pada anak

  • Anak bisa terpapar pengaruh buruk dari internet, juga rentan menjadi korban 
  • dari predator yang berkeliaran di internet, atau bullying di dunia digital
  • Memengaruhi perkembangan otak anak
  • Membuat anak menjadi malas bergerak, sehingga sistem motoriknya lamban untuk berkembang
  • Memengaruhi perkembangan kesehatan mental dan sosialnya. Anak yang kecanduan internet dan gadget tidak bisa bersosialisasi dengan baik, sehingga dia tidak memiliki teman bermain
  • Membuat anak ketergantungan terhadap gadget, sehingga dia tidak bisa mandiri dalam menyelesaikan masalah.
  • Anak menjadi lamban dalam berpikir
Meski diakui bahwa internet juga memiliki konten yang baik dan bagus untuk perkembangan anak. Namun, jika tidak selektif dan dibatasi, screentime yang berlebihan bisa berdampak buruk pada anak.
Sebagai orang tua, kita harus berani tegas dalam menetapkan aturan terkait memberikan gadget pada anak. Meski anak mengeluh ini itu, Anda harus tetap kuat menerapkan aturan itu.
Almarhum Steve Jobs, sang bos merek gadget terkenal di dunia Apple juga menyatakan bahwa dia melarang anak-anaknya untuk menggunakan teknologi terbaru.
Hal ini tentunya membuka mata kita, bahwa para pakar teknologi sendiri tidak membiarkan anak mereka terpapar oleh kecanggihan teknologi terlalu dini. Mereka membiarkan anaknya tumbuh dengan normal, dan bersahabat dengan lingkungan sekitarnya. Agar anak bisa bertumbuh kembang dengan baik.
Mari jadikan pelajaran untuk lebih tegas dalam peraturan penggunaan gadget pada anak kita di rumah.

Penelitian: ini 10 Bahaya Gadget bagi Anak di bawah usia 12 



Bahaya penggunaan gadget pada anak sebaiknya dihindari, dengan cara tidak membiarkan mereka terpapar teknologi tersebut secara berlebihan. Apalagi diberi hak kepemilikan saat usia mereka masih di bawah 12 tahun, karena bisa menghambat tumbuh kembang otak, mental, bahkan fisiknya.
Akademi Dokter Anak Amerika dan Perhimpunan Dokter Anak Kanada menegaskan, anak umur 0-2 tahun tidak boleh terpapar oleh teknologi sama sekali. Anak umur 3-5 tahun dibatasi menggunakan teknologi hanya satu jam per hari. Dan anak umur 6-18 tahun dibatasi 2 jam saja perhari.



Berikut ini adalah 10 bahaya penggunaan gadget pada anak, yang bersumber dari berbagai penelitian. Sehingga bisa menjadi alasan kuat kenapa orangtua sebaiknya tidak memberikan gadget pada anak sebelum usia 12 tahun.

Bahaya penggunaan gadget pada anak yang harus diwaspadai orangtua

1. Mengganggu pertumbuhan otak anak

Pada usia 0-2 tahun, otak anak bertumbuh dengan cepat hingga dia berusia 21 tahun. Perkembangan otak anak sejak dini dipengaruhi oleh stimulasi lingkungan.
Stimulasi berlebih dari gadget (hp, internet, tv, ipad, dll) pada otak anak yang sedang berkembang, dapat menyebabkan keterlambatan koginitif, gangguan dalam proses belajar, tantrum, meningkatkan sifat impulsif, serta menurunnya kemampuan anak untuk mandiri.

2. Tumbuh kembang yang lambat

Bahaya penggunaan gadget pada anak, juga membatasi gerak fisiknya. Yang membuat tumbuh kembang fisik anak menjadi terlambat. Paparan teknologi sejak dini juga memengaruhi kemampuan literasi dan prestasi akademik anak secara negatif.

3. Obesitas

Penggunaan televisi dan video game berkaitan dengan meningkatkatnya kasus obesitas pada anak. Alat elektronik yang dipasang di kamar anak dan bisa diakses secara pribadi dapat meningkatkan risiko obesitas sebanyak 30%.
30% anak yang menderita obesitas, akan mengalami diabetes, hingga memiliki risiko tinggi stroke dini atau serangan jantung, serta usia harapan hidup yang rendah.

4. Kurang tidur

75% anak usia 9-10 tahun mengalami kurang tidur karena penggunaan teknologi tanpa pengawasan. Kekurangan tidur akan berdampak buruk pada nilai sekolah mereka, karena otak berkembang dengan baik saat tidur, dan anak butuh tidur yang cukup agar otaknya bisa berfungsi dengan baik.

5. Kelainan mental

Penelitian di Bristol University  tahun 2010 mengungkapkan, bahaya penggunaan gadget pada anak dapat meningkatkan risiko depresi, gangguan kecemasan, kurang atensi, autisme, kelainan bipolar, psikosis, dan perilaku bermasalah lainnya.

6. Sifat agresif

Konten di media yang bisa diakses anak, dapat menimbulkan sifat agresif pada anak. Kekerasan fisik dan seksual banyak tersebar di internet, dan jika tidak dilakukan pengawasan, anak bisa terpapar itu semua. Sehingga memicu timbulnya perilaku agresif dan cenderung menyerang orang lain pada anak.

7. Kecanduan

Ketika orangtua terlalu bergantung pada teknologi, mereka akan semakin jauh dari anak. Untuk mengisi kekosongan ikatan dengan orangtua, anak juga mulai mencari penghiburan dari gadget, yang pada akhirnya membuat mereka kecanduan teknologi, dan tidak bisa lepas darinya.

8. Pikun digital

Kecepatan konten di media, membuat anak memiliki attention span yang pendek. Dia jadi tidak fokus pada satu hal, dan mudah berganti fokus. Hal ini menurunkan kemampuan konsentrasi dan memori. Sehingga membuat anak susah memusatkan perhatian.
Hal ini memicu kondisi yang disebut pikun digital, karena anak yang terpapar teknologi terlalu banyak, tidak bisa memusatkan perhatian, imbasnya dia menjadi kesulitan belajar.

9. Radiasi emisi

Pada bulan Mei 2011, WHO memasukkan ponsel dan gadget tanpa kabel lainnya dalam kategori Risiko 2B (penyebab kemungkinan kanker), karena radiasi emisi yang dikeluarkan oleh alat tersebut.
James McNamee dari Lembaga Kesehatan Kanada, memberi peringatan pada 2011 lalu:
“Anak-anak lebih sensitif terhadap radiasi dibanding orang dewasa. Karena otak anak dan sistem imun mereka masih berkembang. Jadi, kita tidak bisa mengatakan bahwa risiko pada anak sama dengan risiko pada orang dewasa.”

10. Proses belajar yang tidak berkelanjutan

Penggunaan teknologi yang berlebihan pada anak, bisa membuat proses belajarnya tidak kontinyu. Karena teknologi ini membuat segalanya menjadi lebih mudah, sehingga otak anak tidak terasah, disebabkan kemudahan yang ditawarkan untuk mencari jalan pintas.
***
Memberikan gadget pada anak memang jalan termudah untuk membuatnya diam, sehingga kita tidak terlalu repot menjaganya. Namun, setelah mengetahui bahaya penggunaan gadget pada anak ini, tentu Parents tidak ingin  membiarkan tumbuh kembangnya terganggu karena paparan teknologi yang berlebihan.
Mari bijak menggunakan teknologi, dan biarkan anak berkembang dengan baik tanpa hambatan.

Rabu, 08 Mei 2019

undangan


Text Box:  IKAFF
IKATAN SANTRI AL-FADLU WALFADILAH
 KALIWUNGU KENDAL
ANAK CABANG LARANGAN
Sekretariat : Jl. Kedawon-Poncol Km 1,5 Larangan Brebes 52262


Nomor             :  09/FAM/JMI-IKAFF/V/2019
Lamp               :
Hal                  : Undangan

Kepada yth.
Bapak/saudara


Di -
        Kediaman

Assalamu’alaikum WR. WB.

Salam silaturahmi kami sampaikan semoga kita selalu ada dalam Rahmat, Taufiq dan Hidayah-Nya, Amin.
Bersama ini kami Pengurus Jam’iyah Manaqib Wal Istighotsah IKAFF Anak Cabang Larangan mengharap kehadiran Bapak/Saudara dalam acara yang inya allah akan dilaksanakan pada :

Hari                 : Jum’at
Tanggal           : 10 Mei 2019 M 5 Romadhon 1440 H.
Waktu             : Pukul 15.30 Wib (Ba’da Ashar)
Tempat            : Ust. Abdul Halim Rengaspendawa
Acara              : Manakib Wal Istighotsah
Imam               : Ust. Shodikun amin

Demikian undangan ini kami sampaikan, atas perhatian dan kehadiranya kami sampaikan jazakumullah ahsanal jaza

Wassalamu’alaikum WR. WB.


Mengetahui,
Pengurus JAMI IKAFF Larangan

Ketua                                                                          Sekretaris



Abdul Halim                                                               Arif Faizal Yunus



Nb : Harap Membawa Infaq Rp. 5.000,- Untuk Administrasi

Sabtu, 29 Desember 2018

Mengajarkan Ilmu

Halo sobat semua, masih semangat menuntut ilmu ya? Menuntut ilmu dalam islam memang diwajibkan. Karena dengan mempunyai bekal ilmu yang bermanfaat, anda akan bisa mewariskannya dan membagikannya sehingga bisa digunakan sebagai amalan yang tidak akan terputus jika masih digunakan secara terus menerus. Tentu saja anda tidak akan menyia – nyiakannnya ya sobat. Dengan berilmu maka Allah SWT akan meninggikan kita beberapa derajat.
ads

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda :
“Jika seseorang meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya, kecuali tiga hal. Sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan do’a anak yang sholeh atau sholehah.” (HR. Muslim)
Namun yang perlu anda sadari dan pahami, di masyarakat tidak jarang ditemukan banyak orang yang enggan membagikan ilmu yang dimilikinya karena mereka khawatir akan muncul pesaing yang bisa mengancam dirinya. Padahal sudah jelas pernyataan dari sabda Rasulullah SAW :
Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang ditanya tentang suatu ilmu pengetahuan lalu ia menyembunyikannya, maka pada hari kiamat kelak Allah SWT akan mengekangnya dengan kekang api neraka.” (HR Abu Dawud dan Imam Tirmidzi)
Nah, tahukah anda siapa sosok paling layak yang bisa dijadikan sebagai suri tauladan baik dalam hal penyebaran ilmu? Ya benar, Rasulullah SAW adalah sosok yang sangat tepat dijadikan sebagai suri tauladan. Beliau sangat sabar dalam hal membagikan ilmunya dan tidak pernah tergesa – gesa.
Sungguh aku telah diutus (oleh Allah SWT) sebagai seorang pengajar.” (HR Ibnu Majah).
Seseorang yang mempunyai cara pengajaran yang baik tentu saja tidak akan memberikan penjelasan terlalu cepat atau bahkan tergesa – gesa. Karena hal yang dilakukan dengan tergesa – gesa akan berujung sia – sia saja. Belum tentu seseorang yang dijelaskan bisa menangkap penjelasan dengan baik dan cepat.
Rasulullah SAW tidak pernah berkata dengan tergesa-gesa sebagaimana yang biasa kalian lakukan. Akan tetapi, beliau berkata dengan ucapan yang sangat jelas dan terperinci, sehingga orang lain yang duduk bersamanya akan dapat menghafal setiap perkataan beliau.” (HR Imam Tirmidzi).
Pada kesempatan kali ini kami ingin mencoba membagikan informasi untuk anda agar bisa menambah wawasan baru mengenai keutamaan mengajarkan ilmu dalam islam. Yuk bagi anda yang ingin mengetahui ulasan lengkapnya bisa menyimak penjelasan di bawah ini.
1. Mendapatkan Pahala dari Allah SWT Sama dengan Pahala Orang yang Diajarkan
Dari penjelasan Abu Mas’ud Uqbah bin Amir Al Anshari radhiyallahu ‘anhu, ia memaparkan berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda bahwasannya sebagai berikut :
Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).
Kemudian diperkuat dengan hadits lainnya yang melengkapi penjelasan sebelumnya yakni, sabda Rasulullah berikut ini :

Barang siapa mengajarkan suatu ilmu, maka dia mendapatkan pahala dari orang-orang yang mengamalkannya dengan tidak mengurangi sedikit pun pahala orang yang mengerjakannya itu.” (HR Ibnu Majah)

POKERAN


Bagaimana hukum bermain kartu remi atau kartu poker? Apakah dibolehkan walau tidak ada judi di dalamnya?
Kami dapat merincinya menjadi dua point:
1- Jika dalam permainan kartu tersebut terdapat unsur haram seperti dusta dan penipuan, perjudian, atau sampai meninggalkan kewajiban shalat jama’ah, shalat jum’at atau sampai meninggalkan kewajiban mencari nafkah.
Jika sampai di dalamnya terdapat perjudian, maka terlarang berdasarkan dalil
,لاَ سَبَقَ إِلاَّ فِى نَصْلٍ أَوْ خُفٍّ أَوْ حَافِرٍ
Tidak ada taruhan dalam lomba kecuali dalam perlombaan memanah, pacuan unta, dan pacuan kuda.” (HR. Tirmidzi no. 1700, An Nasai no. 3585, Abu Daud no. 2574, Ibnu Majah no. 2878.)
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau menceritakanbahwa,
أَنَّهَا كَانَتْ مَعَ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم فِى سَفَرٍ قَالَتْ فَسَابَقْتُهُ فَسَبَقْتُهُ عَلَى رِجْلَىَّ فَلَمَّا حَمَلْتُ اللَّحْمَ سَابَقْتُهُ فَسَبَقَنِى فَقَالَ هَذِهِ بِتِلْكَ السَّبْقَةِ
Ia pernah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam safar. ‘Aisyah lantas berlomba lari bersama beliau dan ia mengalahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tatkala ‘Aisyah sudah bertambah gemuk, ia berlomba lari lagi bersama Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun kala itu ia kalah. Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ini balasan untuk kekalahanku dahulu.” (HR. Abu Daud no. 2578 dan Ahmad 6: 264.)
Berdasarkan dua dalil di atas, maka lomba yang dibolehkan dengan taruhan hanyalah empat lomba, yaitu lomba memanah, pacuan unta, pacuan kuda, dan lari. Selain itu, tidak diperbolehkan dengan taruhan.Jika ada permainan kartu yang di dalamnya memasang taruhan, maka tidak dibolehkan, alias haram.
2- Jika lepas dari hal yang terlarang, para ulama berselisih pendapat. Ada yang membolehkan. Namun kebanyakan ulama belakangan seperti ulama Komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia (Al Lajnah Ad Daimah),
Di antara alasan kenapa sampai dihukumi haram:
1- Dapat menimbulkan permusuhan dan saling benci yang bermula dari ejekan.
2- Bisa saling mencela dan melaknat, bahkan menjurus pada dusta dan sumpa kotor.
3- Diqiyaskan (dianalogikan) dengan hukum dadu. Kartu yang keluar ketika pertama kali dikocok untung-untungan. Karena ada yang beruntung mendapatkan kartu yang bagus, dan ada yang terus merugi. Demikian pula dengan permainan dadu.
Qiyas dengan Dadu
عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِىَّ صلى الله عليه
وسلم قَالَ مَنْ لَعِبَ بِالنَّرْدَشِيرِ فَكَأَنَّمَا صَبَغَ يَدَهُ فِى لَحْمِ خِنْزِيرٍ وَدَمِهِ
Dari Sulaiman bin Buraidah, dari ayahnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang bermain dadu, maka ia seakan-akan telah mencelupkan tangannya ke dalam daging dan darah babi” (HR. Muslim no. 2260).
Imam Nawawi mengatakan bahwa hadits ini menunjukkan haramnya bermain dadu karena disamakan dengan daging babi dan darahnya, yaitu sama-sama haram (Lihat Syarh Shahih Muslim, 15: 16).
Imam Nawawi pun mengatakan, “Hadits ini sebagai hujjah bagi Syafi’i dan mayoritas ulama tentang haramnya bermain dadu” (Syarh Shahih Muslim, 15: 15)
.عَنْ أَبِى مُوسَى الأَشْعَرِىِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ مَنْ لَعِبَ بِالنَّرْدِ فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَرَسُولَهُDari Abu Musa Al Asy’ari,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang bermain dadu, maka ia telah mendurhakai Allah dan Rasul-Nya” (HR. Abu Daud no. 4938 dan Ahmad 4: 394.).
Dari Abu ‘Abdirrahman, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَثَلُ الَّذِى يَلْعَبُ بِالنَّرْدِ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّى مَثَلُ الَّذِى يَتَوَضَّأُ بِالْقَيْحِ وَدَمِ الْخِنْزِيرِ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّى
Permisalan orang yang bermain dadu kemudian ia berdiri lalu shalat adalah seperti seseorang yang berwudhu dengan nanah dan darah babi, kemudian ia berdiri lalu melaksanakan shalat” (HR. Ahmad 5: 370.)
Dikisahkan pula bahwa Sa’id bin Jubair ketika melewati orang yang bermain dadu, beliau enggan memberi salam pada mereka. (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Mushonnafnya 8: 554).
Malik berkata, “Barangsiapa yang bermain dadu, maka aku menganggap persaksiannya batil. Karena Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Tidak ada setelah kebenaran melainkan kebaikan” (QS. Yunus: 32).
Jika bukan kebenaran, maka itulah kebatilan”(Al Jaami’ li Ahkamil Qur’an, 8: 259).
Wallahu a’lam.
Semoga bermanfaat dan hanya Allah yang memberi taufik...

TEMAN

Menjauhi Teman Yang Buruk
Menjauhi teman yang buruk. Dan Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan bahwa manusia pada hari kiamat akan menyesal dengan teman yang buruk yang menyesatkannya dan menjauhkannya dari jalan kebenaran.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang lalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: "Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul." Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab (ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur'an ketika Al Qur'an itu telah datang kepadaku. Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia. Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur'an ini suatu yang tidak diacuhkan". (QS. Al-Furqon: 27-30)
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.(QS. Al-Zukhruf: 67.)
Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim bahwa Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk sama seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Adapun penjual minyak wangi baik dia akan memberimu atau engkau membeli minyak wangi darinya atau engkau akan mendapat bau yang wangi darinya. Sementara tukang pandai besi baik dia akan membakar pakaianmu atau engkau akan mendapat bau yang buruk darinya”. Al-Bukhari: no: 5534 dan Muslim no: 2628.
Banyak wanita yang gagal dalam pendidikannya karena teman yang buruk, banyak wanita yang kehormatannya terbengkalai dan hilang disebabkan oleh teman yang buruk, banyak wanita yang tenggelam dalam obat-obat terlarang dan mabuk-mabukkan dan berbagai bencana buruk yang diakibatkan oleh tindakan-tindakan terlarang tersebut.
Oleh karena itulah aku berwasiat kepada saudariku yang beriman agar mereka tetap bersahabat dengan teman yang shaleh.Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad dan kepada keluarga, shahabat serta seluruh pengikut beliau.

Jumat, 21 Desember 2018

SURGA DUNIA


عِشْ مَا شِــئْتَ فَإِنَّـكَ مَـيِّتٌ وَأَحْبِبْ مَنْ أَحْبَبْتَ فَإِنَّكَ
مُفَارِقُهُ وَاعْـمَلْ مَـا شِئْتَ فَإِنَّـكَ لاَقِـيْـهِ "Hiduplah sesukamu karena sungguh engkau pasti mati. Cintailah siapa pun yang engkau suka karena sungguh kalian pasti berpisah. Berbuatlah sesukamu karena sungguh engkau pasti menemui (balasan) perbuatanmu itu.” [HR al-Baihaqi]
Ini adalah kalimat perintah yang mengandung makna peringatan. Pesannya bahwa hidup, cinta, dan perbuatan mengandung batas dan tanggung jawab. Karena itu, hadits ini secara tersirat memuat peringatan agar manusia memanfaatkan usianya dengan baik sebelum meninggal dunia, tak terlena dengan kecintaan fana misalnya terhadap harta atau keluarga, serta tak sembrono dalam bertindak karena semua itu mengandung konsekuensi. Redaksi hadits ini merupakan ucapan Jibril kepada Rasulullah. Namun, pesannya sesungguhnya berlaku umum untuk semua umat manusia

apa yang bisa aku harapkan apakah amalku sudah cukup sebagai bekal menghadap Sang Kholiq 
 ADAKAH SESUATU YANG BISA KITA HARAPKAN
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثَةٍ : إِلا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang shalih”
(HR. Muslim)

MAHALNYA WAKTU !
Renungkanlah wahai pengguna waktu.
"Waktu adalah sesuatu yang paling mahal, tetapi ia adalah sesuatu yang paling murah disisi kita sekarang, kita melewati banyak waktu tanpa faidah, bahkan kita melewati banyak waktu dalam kemudharatan, dan aku tidak mengatakan tentang seseorang, tetapi tentang umumnya kaum Muslimin hari ini, bersama itu mohon maaf sekali, sungguh mereka berada didalam kelengahan, senda gurau yang sia-sia, dan lalai.
Mereka bukanlah orang yang bersungguh-sungguh didalam urusan agama mereka".

[teks arabnya]
الوقت هو أغلى شيء، لكن هو أرخص شيء عندنا الآن نمضي أوقاتاً كثيرة بغير فائدة ؛ بل نمضي أوقاتاً كثيرة فيما يضر، ولست 
أتحدث عن رجل واحد بل عن عموم المسلمين اليوم مع الأسف الشديد إنهم في سهو ولهو وغفلة ؛ ليسوا جادين في أمور دينهم


أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Terkadang orangtua BANGGA melihat anak-anak gadisnya tampil MINI dan MODIS..
Padahal sadar tidak sadar, ia telah MENGAJARKAN anak BERAKHLAQ buruk..
Mengajarkan anak memakai celana ?
Mengajarkan anak memakai baju ?
Mengajarkan anak berDandan..seperti ini sepertiitu
Dan lain-lain nya...
Maka jangan sedih ketika terjadi PELECEHAN terhadap anak2...
Maka jangan sedih ketika anak sudah mengenal adegan *TANDA KUTIP*
Jangan sedih ketika anak2 sudah ANGKUH dengan tampilannya...
Jangan sedih ketika anak2 sudah mengenal kata2 KOTOR dan JOROK...
DLL ...
 Banyak orangtua menginginkan anaknya SHOLEH dan SHOLEHAH tapi SEDIKIT yang MENGAPLIKASIKAN...
Sedikit yang MENJALANKAN UPAYA menuju ke SHOLEH/SHOLEHAN itu.
Bukan siapa teman bergaulnya...
Melainkan Bagaimana cara kita mendidiknya..
Jangan menunjuk ini salah mereka..
Tapi tunjuklah diri kita..
ORANGTUA adalah PENENTU AKHLAQ ANAK...
Terkhusus seorang IBU, adalah MADRASAH PERTAMA bagi anak..
JANGAN marah pada anak yang NAKAL dan MEMBANGKANG, tapi coba koreksi diri sebagai orangtua..
Pernahkan kita memperkenalkan pada RABB-NYA, RASUL-NYA dan AL QURAN⁉️
Pernah kah kita mengajarkan SHOLAT⁉️
Berkasih sayang⁉️

 Tapi sudahkan kita MENCONTOHKAN, MENGAJARKAN dan MEMBIMBINGNYA ⁉️